Selama
pertumbuhan tanaman, sejumlah molekul-molekul dasar disintesis termasuk
diantaranya protein, lemak, asam nukleat, karbohidrat (terutama selulosa) dan
lignin. Bahan-bahan tersebut sangat
dibutuhkan dalam metabolism tumbuhan (protein, karbohidrat, lemak dan asam
nukleat) atau sebagai bahan struktur ( selulosa dan lignin). Selain itu tumbuhan juga mensintesis
molekul-molekul lain yang dikenal dengan bahan-bahan metabolit sekunder yaitu
senyawa terpen, acetogenin dan alkaloid (molekul-molekul yang mengandung
nitrogen) dimana manfaatnya terhadap tumbuhan masih belum jelas. Bahan-bahan dari grup terakhir ini memiliki
struktur yang sangat menarik bagi para ahli kimia dan memiliki sifat yang
special (ordo, rasa, aktivitas fisiologi).
Beberapa dari
produk alami ini dapat dipisahkan dari tanaman dan memiliki nilai medis yang sangat bernilai
(contoh quinine, morphine) atau sebagai bumbu dan penyedap rasa (minyak dari
lavender, minyak dari geranium). Dari
seluruh produk alami tersebut, bahan netral (terpen dan beberapa asetogenin)
dapat diperoleh dengan menggunakan proses destilasi uap air terhadap bagian
tertentu tanaman (misalnya daun atau akar) untuk memisahkan minyak yang tidak
larut dalam air serta volatile (mudah menguap) yang disebut dengan minyak
atsiri (essential oil). Kebanyakan
minyak atsiri dijual sebagai bahan pewangi dan minyak wangi.
Komponen Utama Minyak Atsiri
Pengamatan
komponen-komponen minyak atsiri adalah hal yang penting, akan tetapi perlu
diperhatikan bahwa efek-efek yang ditimbulkan oleh minyak atsiri biasanya
adalah hasil kerja sinegis komponen-komponen yang terdapat pada minyak
atsiri. Misalnya efek teraphi yang
ditimbulkannya adalah interaksi dari komponen-komponen penyusun yang ada pada
minyak atsiri. Di bawah ini disebutkan
beberapa komponen utama yang umum terdapat dalam minyak atsiri dari berbagai
sumber.
Terpen
Terpene
adalah grup kimia besar yang memiliki masing-masing sifat yang bervariasi,
sehingga sulit untuk menentukan sifat terapeutiknya. Akan tetapi secara umum terpen seperti
limonene (bahan anti bakteri yang terdapat 90% pada minyak citrus), dan pinene
(bahan antiseptic yang terdapat minyak terpentin dan pine dalam jumlah tinggi). Chamazulene dan famesol (ditemukan di esen
chamomile) memiliki sifat antibakterisida dan anti inflammatory.
Ester
Grup
yang paing banyak ditemukan di esen tanaman, termasuk diantaranya adalah
linalyl asetat (ditemukan dalam clary sage dan lavender), dan geranyl acetate (
ditemukan dalam sweet marjoram). Ester
bersifat fungicidal dan sedatif, biasanya berbau buah-buahan (fruity odor).
Aldhida
Bahan-bahan
ini secara khusus ditemukan pada esen dari lemon, misalnya dari lemongrass dan
citronella. Aldehid umumnya memiliki
efek sedative, efek menguap dan kualitas.
Keton
Beberapa
jenis keton bersifat racun, sehingga jumlah komponennya biasanya perlu
dicermati. Beberapa esen mengandung
keton adalah mugwort, tansy, wormwood dan sage mengandung keton bersifat racun
thujone, sedangkan pennyroyal mengandung pulegone. Keton yang tidak bersifat racun misalnya
jasmone pada jasmine dan fenchone paa sweet fennel. Keton dapat membantu memperlancar
tersumbatnya saluran pernafasan dan aliran dari lender sehingga esen dari
tanaman yang mengandung keton biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan
saluran pernafasan bagian atas.
Alkohol
Beberapa
yang umum ditemukan misalnya linalool (banyak sekali ditemukan di lavender),
citronellol (pada bunga ros, lemon, eucalyptus dan geranium) dan geraniol
(geranium dan palmarosa). Bahan ini
memiliki sifat antiseptic dan antiviral serta menentukan kualitas penguapan.
Fenol
Bahan
ini bersifat bakterisidal dan memberikan efek pad sistem saraf. Minyak atsiri yang mengandung fenol dalam
jumlah banyak berpotensi mengiritasi kulit atau membrane mukosa. Beberapa yang umum ditemukan dalam minyak
atsiri adalah eugenol (pada kembang cengkeh), thymol (thyme) dan carvacrol
(oregano). Akan tetapi anthole (dari fennel)
dan estragole (dari tarragon)
Senyawa oksida
Banyak
ditemukan luas pada esen dari tanaman misalnya rosemary, eucalyptus, daun the
dan cajuput. Senyawa oksida memberikan
efek expectorant (melencerkan lendir) misalnya eucalyptol (dari eucalyptus).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar