Minggu, 18 Februari 2018

KANDUNGAN MINYAK ATSIRI


 Image result for GAMBAR KOMPONEN MINYAK ATSIRI

Selama pertumbuhan tanaman, sejumlah molekul-molekul dasar disintesis termasuk diantaranya protein, lemak, asam nukleat, karbohidrat (terutama selulosa) dan lignin.  Bahan-bahan tersebut sangat dibutuhkan dalam metabolism tumbuhan (protein, karbohidrat, lemak dan asam nukleat) atau sebagai bahan struktur ( selulosa dan lignin).  Selain itu tumbuhan juga mensintesis molekul-molekul lain yang dikenal dengan bahan-bahan metabolit sekunder yaitu senyawa terpen, acetogenin dan alkaloid (molekul-molekul yang mengandung nitrogen) dimana manfaatnya terhadap tumbuhan masih belum jelas.  Bahan-bahan dari grup terakhir ini memiliki struktur yang sangat menarik bagi para ahli kimia dan memiliki sifat yang special (ordo, rasa, aktivitas fisiologi).  
Beberapa dari produk alami ini dapat dipisahkan dari tanaman dan  memiliki nilai medis yang sangat bernilai (contoh quinine, morphine) atau sebagai bumbu dan penyedap rasa (minyak dari lavender, minyak dari geranium).  Dari seluruh produk alami tersebut, bahan netral (terpen dan beberapa asetogenin) dapat diperoleh dengan menggunakan proses destilasi uap air terhadap bagian tertentu tanaman (misalnya daun atau akar) untuk memisahkan minyak yang tidak larut dalam air serta volatile (mudah menguap) yang disebut dengan minyak atsiri (essential oil).  Kebanyakan minyak atsiri dijual sebagai bahan pewangi dan minyak wangi. 

Komponen Utama Minyak Atsiri
Image result for GAMBAR KOMPONEN MINYAK ATSIRI

 Pengamatan komponen-komponen minyak atsiri adalah hal yang penting, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa efek-efek yang ditimbulkan oleh minyak atsiri biasanya adalah hasil kerja sinegis komponen-komponen yang terdapat pada minyak atsiri.  Misalnya efek teraphi yang ditimbulkannya adalah interaksi dari komponen-komponen penyusun yang ada pada minyak atsiri.  Di bawah ini disebutkan beberapa komponen utama yang umum terdapat dalam minyak atsiri dari berbagai sumber.
Terpen
        Terpene adalah grup kimia besar yang memiliki masing-masing sifat yang bervariasi, sehingga sulit untuk menentukan sifat terapeutiknya.  Akan tetapi secara umum terpen seperti limonene (bahan anti bakteri yang terdapat 90% pada minyak citrus), dan pinene (bahan antiseptic yang terdapat minyak terpentin dan pine dalam jumlah tinggi).  Chamazulene dan famesol (ditemukan di esen chamomile) memiliki sifat antibakterisida dan anti inflammatory.

Ester
        Grup yang paing banyak ditemukan di esen tanaman, termasuk diantaranya adalah linalyl asetat (ditemukan dalam clary sage dan lavender), dan geranyl acetate ( ditemukan dalam sweet marjoram).  Ester bersifat fungicidal dan sedatif, biasanya berbau buah-buahan (fruity odor).
Aldhida
       Bahan-bahan ini secara khusus ditemukan pada esen dari lemon, misalnya dari lemongrass dan citronella.  Aldehid umumnya memiliki efek sedative, efek menguap dan kualitas.
Keton
      Beberapa jenis keton bersifat racun, sehingga jumlah komponennya biasanya perlu dicermati.  Beberapa esen mengandung keton adalah mugwort, tansy, wormwood dan sage mengandung keton bersifat racun thujone, sedangkan pennyroyal mengandung pulegone.  Keton yang tidak bersifat racun misalnya jasmone pada jasmine dan fenchone paa sweet fennel.  Keton dapat membantu memperlancar tersumbatnya saluran pernafasan dan aliran dari lender sehingga esen dari tanaman yang mengandung keton biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan saluran pernafasan bagian atas.
Alkohol
     Beberapa yang umum ditemukan misalnya linalool (banyak sekali ditemukan di lavender), citronellol (pada bunga ros, lemon, eucalyptus dan geranium) dan geraniol (geranium dan palmarosa).  Bahan ini memiliki sifat antiseptic dan antiviral serta menentukan kualitas penguapan.
Fenol
      Bahan ini bersifat bakterisidal dan memberikan efek pad sistem saraf.  Minyak atsiri yang mengandung fenol dalam jumlah banyak berpotensi mengiritasi kulit atau membrane mukosa.  Beberapa yang umum ditemukan dalam minyak atsiri adalah eugenol (pada kembang cengkeh), thymol (thyme) dan carvacrol (oregano).  Akan tetapi anthole (dari fennel) dan estragole (dari tarragon)

Senyawa oksida
       Banyak ditemukan luas pada esen dari tanaman misalnya rosemary, eucalyptus, daun the dan cajuput.  Senyawa oksida memberikan efek expectorant (melencerkan lendir) misalnya eucalyptol (dari eucalyptus).

  sumber : https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjPmrjYrbHZAhUlR48KHdbQAlcQFggvMAI&url=https%3A%2F%2Fnestri4ict.files.wordpress.com%2F2012%2F12%2Fbuku-atsiri.doc&usg=AOvVaw2Z3fgWpVfukZVbQGMa-e0w

Tidak ada komentar:

Posting Komentar